Apakah Bisa Punya Akun PayPal Tanpa Verifikasi Nomor HP? – Secara praktik hampir tidak bisa dan sangat tidak disarankan punya akun PayPal tanpa verifikasi nomor HP.
PayPal memang berbasis email, tapi nomor HP sudah jadi bagian penting keamanan dan verifikasi identitas. Tanpa verifikasi HP, akun sangat berisiko kena limit, dibatasi, bahkan tidak bisa dipakai transaksi normal.
Kalau tujuan kamu ingin akun yang aman, awet, dan bisa dipakai menerima/ mengirim dana, sebaiknya tetap gunakan nomor HP yang valid dan aktif.
Daftar Isi Artikel
Kenapa PayPal Wajibkan Verifikasi Nomor HP?
Faktor keamanan dan proteksi akun
Nomor HP dipakai PayPal untuk beberapa hal penting:
Mengirim kode OTP saat login dari perangkat baru
Konfirmasi kalau ada aktivitas yang dianggap mencurigakan
Tambahan lapisan keamanan selain email dan password
Jadi, bukan sekadar “syarat ribet”, tapi memang alat proteksi supaya akun kamu tidak mudah dibobol.
Pencegahan penyalahgunaan dan penipuan
PayPal itu layanan keuangan global, banyak dipakai jual beli, jasa, sampai kirim uang lintas negara.
Tanpa data yang jelas (termasuk nomor HP), akun jadi lebih mudah dipakai untuk:
Penipuan
Pencucian uang
Aktivitas yang melanggar hukum
Itu sebabnya sistem PayPal makin ketat dan mendorong semua akun punya nomor HP yang bisa diverifikasi.
Apakah Bisa Daftar PayPal Tanpa Nomor HP Sama Sekali?
Penjelasan dari sisi aturan resmi
Dalam flow pendaftaran terbaru, PayPal hampir selalu meminta:
Email
Data identitas dasar
Nomor HP untuk verifikasi
Mungkin di beberapa kasus lama, ada orang yang merasa “dulu gue bisa daftar cuma pakai email, tanpa HP”. Tapi untuk standar sekarang, akun tanpa nomor HP itu sangat tidak ideal dan bisa sewaktu-waktu diminta melengkapi data.
Artinya:
Bisa jadi kamu “berhasil daftar”,
Tapi ujung-ujungnya tetap diminta verifikasi nomor HP saat mau transaksi, tarik saldo, atau ketika sistem mendeteksi aktivitas tidak biasa.
Kondisi tertentu yang kadang bikin orang “berasa bisa”
Ada beberapa skenario yang bikin orang merasa punya akun tanpa verifikasi HP:
Dulu daftar di periode PayPal belum seketat sekarang
Akun lama yang belum kena review
Akun masih “jalan”, tapi fitur dan limit tersembunyi (misal, tidak bisa tarik dana ke bank tertentu atau gampang kena limit)
Walau kelihatan bisa dipakai, akun seperti itu tetap rapuh. Begitu sistem PayPal melakukan pemeriksaan, biasanya pengguna akan diminta melengkapi data termasuk HP.
Risiko Memakai Akun PayPal Tanpa Verifikasi Nomor HP
Batasan saldo dan transaksi
Akun tanpa verifikasi lengkap (termasuk HP) biasanya akan:
Punya limit kirim dan terima dana
Berpotensi gagal saat dipakai bayar di merchant tertentu
Susah upgrade ke akun yang benar-benar “verified”
Akun rawan terkunci atau dibatasi
Kalau ada kegiatan yang dianggap janggal login dari perangkat baru, IP beda negara, nominal transaksi agak besar sistem bisa langsung:
Membatasi akun
Membekukan saldo sementara
Meminta verifikasi tambahan (termasuk nomor HP)
Kalau kamu tidak punya nomor yang bisa diverifikasi, akun bisa nyangkut di situ lama.
Ribet saat lupa password atau perlu pemulihan akun
Nomor HP juga dipakai untuk:
Reset password
Konfirmasi kalau kamu benar pemilik akun
Tanpa nomor aktif, proses pemulihan akun bisa jauh lebih ribet, kalau tidak mau dibilang hampir mustahil di beberapa kasus.
Cara Aman Membuat Akun PayPal dengan Verifikasi Nomor HP
Siapkan data identitas yang rapi dan konsisten
Pastikan:
Nama di PayPal sesuai dengan identitas resmi dan rekening bank
Negara, alamat, dan data lain tidak asal isi
Data yang konsisten bikin proses verifikasi lebih halus dan minim risiko limit.
Pakai nomor HP pribadi yang aktif
Beberapa tips:
Pakai nomor yang benar-benar kamu pakai sehari-hari
Jangan pakai nomor pinjaman atau HP teman
Pastikan bisa menerima SMS dan telepon internasional
Dengan begitu, setiap kali ada OTP atau notifikasi keamanan, kamu bisa langsung tangani.
Bagaimana Kalau Nomor HP Sering Ganti?
Tips buat yang sering ganti nomor
Kalau kamu tipe yang sering ganti kartu:
Usahakan punya 1 nomor “utama” khusus untuk bank, PayPal, dan layanan keuangan lain
Jangan sembarang buang nomor sebelum benar-benar menghapus atau mengganti data di akun PayPal
Pentingnya update data di profil PayPal
Begitu kamu ganti nomor permanen:
Segera update di pengaturan profil PayPal
Lakukan verifikasi ulang kalau diminta
Ini penting supaya nanti waktu ada masalah login atau butuh OTP, kode tidak lari ke nomor lama.
Bolehkah Pakai Nomor Sementara atau Nomor Virtual?
Masalah menggunakan nomor virtual untuk verifikasi
Banyak yang tergoda pakai:
Nomor virtual
Nomor sewa SMS satu kali
Masalahnya:
PayPal bisa mendeteksi pola nomor seperti ini
Nomor bisa dipakai banyak orang di layanan yang sama
Risiko akun dilabeli “high risk” meningkat
Risiko pelanggaran kebijakan dan limit akun
Memang kadang kelihatannya berhasil buat verifikasi awal, tapi:
Saat ada review manual atau sistem mendeteksi kejanggalan, akun bisa kena limit
Bisa diminta ganti nomor ke nomor yang “normal” dan bisa diverifikasi ulang
Dalam kasus tertentu, akun bisa dibatasi permanen
Jadi, untuk akun yang mau dipakai serius, hindari trik-trik seperti ini.
Tips Tambahan Mengamankan Akun PayPal
Gunakan password yang kuat dan unik
Beberapa poin penting:
Minimal 12 karakter
Campur huruf besar, kecil, angka, dan simbol
Jangan pakai password yang sama dengan email, media sosial, atau akun lain
Hindari login di perangkat dan jaringan sembarangan
Jangan login di warnet, komputer umum, atau HP orang lain
Hati-hati kalau pakai Wi-Fi publik tanpa proteksi
Biasakan logout setelah selesai transaksi
Semua ini membantu menjaga akun kamu tetap aman, bukan cuma mengandalkan nomor HP.
Kesimpulan
Jadi, secara teori mungkin ada yang merasa bisa punya akun PayPal tanpa verifikasi nomor HP, tapi dari sisi keamanan, aturan, dan keawetan akun, itu bukan pilihan yang sehat.
Kalau kamu memang ingin:
Akun yang awet
Transaksi lancar
Saldo aman dan bisa dicairkan
Maka jawabannya jelas:
Gunakan nomor HP yang valid, pribadi, dan aktif, lalu ikuti proses verifikasi resmi dari PayPal.
Lebih baik sedikit repot di awal, daripada pusing di belakang karena akun kena limit atau saldo nyangkut.











